PEMBAHASAN KONSEP DASAR SISTEM, KONSEP DASAR INFORMASI DAN KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI. PEMBAHASAN PENGEMBANGAN SISTEM MELIPUTI ALASAN, PRINSIP, TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM, METODE, PENDEKATAN SERTA ALAT DAN TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM
Ø
Konsep dasar sistem
Secara sederhana suatu sistem dapat diartikan
sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang
terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan
terpadu.
Ø Konsep Dasar Informasi
Data adalah kenyataan yang menggambarkan
peristiwa yang terjadi pada saat tertentu. Informasi juga memiliki siklus.
Bahan mentah berupa data diolah dengan metode tertentu untuk menghasilkan
informasi.
Ø Definisi sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang
mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem adalah penyusunan suatu
sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau
memperbaiki sistem yang telah ada.
Tujuan Pengembangan Sistem
Perlunya Pengembangan Sistem
Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti
disebabkan karena beberapa hal :
1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul
di sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
- Ketidakberesan dalam sistem yang lama
menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang
diharapkan
- Pertumbuhan organisasi
Kebutuhan informasi
yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip
akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena
sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua
kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan Dalam
keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu
sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang
telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang pasar,
sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan
informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
manajemen.
3. Adanya instruksi
Penyusunan sistem baru karena adanya
instrusi-instruksi dari atasan atau luar organisasi misalnya aturan pemerintah.
Dengan adanya pengembangan sistem dari yang lama ke baru diharapkan terjadi
peningkatan-peningkatan sistem yang baru antara lain :
· Performance (kinerja)
Kinerja sistem harus
lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan
suatu saat tertentu. Respond time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara
dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi
pekerjaan tersebut.
· Information (informasi), peningkatan kualitas
informasi yang disajikan.
· Economy (ekonomi), peningkatan terhadap
manfaat-manfaat atau keuntungan-keuntungan atau penurunan biaya yang terjadi.
· Control (pengendalian), peningkatan terhadap
pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta
kecurangan yang akan terjadi.
· Efficiency, peningkatan terhadap efisiensi
operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis, ekonomis berhubungan dengan jumlah
sumber daya yang digunakan, efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumberdaya
tersebut digunakan dengan pemborosan yang minimum.
· Service (pelayanan), peningkatan terhadap
pelayanan yang diberikan oleh sistem.
Prinsip Pengembangan Sistem
Prinsip-prinsip pengembangan sistem antara
lain :
Ø Performance (kinerja)
Ø Kinerja sistem harus lebih efektif. Kinerja
dapat diukur dari jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu.
Respond time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau
pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut.
Ø Information (informasi), peningkatan kualitas
informasi yang disajikan.
Ø Economy (ekonomi), peningkatan terhadap
manfaat-manfaat atau keuntungan-keuntungan atau penurunan biaya yang terjadi.
Ø Control (pengendalian), peningkatan terhadap
pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta
kecurangan yang akan terjadi.
Ø Efficiency, peningkatan terhadap efisiensi operasi.
Efisiensi berbeda dengan ekonomis, ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber
daya yang digunakan, efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumberdaya tersebut
digunakan dengan pemborosan yang minimum.
Ø Service (pelayanan), peningkatan terhadap
pelayanan yang diberikan oleh sistem.
Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System
Life Cycle)
merupakan serangkaian aktivitas yang
dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan
dan mengimplementasikan sistem informasi.
Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase,
yaitu :
a. Perencanaan sistem
b. Analisis sistem
c. Perancangan sistem secara umum / konseptual
d. Evaluasi dan seleksi sistem
e. Perancangan sistem secara detail
f. Pengembangan Perangkat Lunak dan
Implementasi sistem
g. Pemeliharaan / Perawatan Sistem
Keenam fase siklus
hidup pengembangan sistem ini dapat digambarkan seperti pada Gambar dibawah ini
a. Fase Perencanaan Sistem
Dalam fase perencanaan sistem :
• Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan sistem
informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai
informasi.
• Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek
dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
• Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung
pengembangan sistem.
Selama fase perencanaan sistem, dipertimbangkan :
• faktor-faktor kelayakan (feasibility factors) yang berkaitan dengan
kemungkinan berhasilnya sistem informasi yang dikembangkan dan digunakan,
• faktor-faktor strategis (strategic factors) yang berkaitan dengan pendukung
sistem informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk setiap proyek yang
diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan dievaluasi untuk menentukan proyek
sistem mana yang akan menerima prioritas yang tertinggi.
|
Faktor kelayakan (feasibility factors) |
Faktor strategis (strategic factors) |
|
Kelayakan teknis |
Produktivitas |
|
Kelayakan ekonomis |
Diferensiasi |
|
Kelayakan ekonomis |
Manajemen |
|
Kelayakan operasional |
|
|
Kelayakan rencana |
|
Suatu sistem yang diusulkan harus layak, yaitu
sistem ini harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :
• Kelayakan teknis untuk melihat apakah sistem yang diusulkan
dapat dikembangkan dan diimplementasikan dengan menggunakan teknologi yang ada
atau apakah teknologi yang baru dibutuhkan.
• Kelayakan ekonomis untuk melihat apakah dana yang tersedia
cukup untuk mendukung estimasi biaya untuk sistem yang diusulkan.
• Kelayakan legal untuk melihat apakah ada konflik antara
sistem yang sedang dipertimbangkan dengan kemampuan perusahaan untuk
melaksanakan kewajibannya secara legal.
• Kelayakan operasional untuk melihat apakah prosedur dan
keahlian pegawai yang ada cukup untuk mengoperasikan sistem yang diusulkan atau
apakah diperlukan penambahan/pengurangan prosedur dan keahlian.
• Kelayakan rencana berarti bahwa sistem yang diusulkan harus
telah beroperasi dalam waktu yang telah ditetapkan.
Selain layak, proyek sistem yang diusulkan harus mendukung faktor-faktor
strategis,seperti :
> Produktivitas mengukur jumlah output yang dihasilkan oleh
input yang tersedia. Tujuan produktivitas adalah mengurangi atau menghilangkan
biaya tambahan yang tidak berarti. Produktivitas ini dapat diukur dengan rasio
antara biaya yang dikeluarkan dengan jumlah unit yang dihasilkan.
> Diferensiasi mengukur bagaimana suatu perusahaan dapat
menawarkan produk atau pelayanan yang sangat berbeda dengan produk dan
pelayanan dari saingannya. Diferensiasi dapat dicapai dengan meningkatkan
kualitas, variasi, penanganan khusus, pelayanan yang lebih cepat, dan biaya
yang lebih rendah.
> Manajemen melihat bagaimana sistem informasi menyediakan
informasi untuk menolong manajer dalam merencanakan, mengendalikan dan membuat
keputusan. Manajemen ini dapat dilihat dengan adanya laporan-laporan tentang
efisiensi produktivitas setiap hari.
b. Fase Analisis Sistem
Dalam fase ini :
• Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan
timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan,
kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya,
keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
• Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan
analisis sistem.
• Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim
proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.
• Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk
mengembangkan suatu sistem baru.
• Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem
mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk
mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.
• Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara
penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya
siklus hidup pengembangan sistem.
• Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan
ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim
proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila
laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan
sampai semua peserta setuju.
c. Fase Perancangan Sistem secara Umum/Konseptual
Arti Perancangan Sistem
- Tahap setelah analisis dari Siklus Hidup Pengembangan Sistem
- Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional
- Persiapan untuk rancang bangun implementasi
- Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
- Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau
pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh
dan berfungsi
- Termasuk menyangkut mengkonfirmasikan
Tujuan Perancangan Sistem
- Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
- Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada
pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat
Sasaran Perancangan Sistem
- Harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan
- Harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
- Harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi,
pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen,
termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer
- Harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing- masing
komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi, simponan data,
metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak
dan pengendalian intern
Dalam fase ini :
• Dibentuk alternatif-alternatif perancangan konseptual untuk pandangan
pemakai. Alternatif ini merupakan perluasan kebutuhan pemakai. Alternatif
perancangan konseptual memungkinkan manajer dan pemakai untuk memilih rancangan
terbaik yang cocok untuk kebutuhan mereka.
• Pada fase ini analis sistem mulai merancang proses dengan meng-
identifikasikan laporan-laporan dan output yang akan dihasilkan oleh sistem
yang diusulkan. Data masing-masing laporan ditentukan. Biasanya, perancang
sistem membuat sketsa form atau tampilan yang mereka harapkan bila sistem telah
selesai dibentuk. Sketsa ini dilakukan pada kertas atau pada tampilan komputer.
• Jadi, perancangan sistem secara umum berarti untuk menerangkan secara luas
bagaimana setiap komponen perancangan sistem tentang output, input, proses,
kendali, database dan teknologi akan dirancang. Perancangan sistem ini juga
menerangkan data yang akan dimasukkan, dihitung atau disimpan. Perancang sistem
memilih struktur file dan alat penyimpanan seperti disket, pita magnetik, disk
magnetik atau bahkan file- file dokumen. Prosedur-prosedur yang ditulis
menjelaskan bagaimana data diproses untuk menghasilkan output.
d. Fase Evaluasi dan Seleksi Sistem
Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk
keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini
nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem
dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi
sistem.
Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase
perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua altenatif
akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat dibenarkan,
dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan akhir. Bila
satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan rekomendasi
untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk perancangan detailnya.
e. Fase Perancangan Sistem secara Detail/Fungsional
Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk perancangan
secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang dan dijelaskan secara
detail.
Perencanaan output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu dan
laporan-laporan yang dicetak. Semua output direview dan disetujui oleh pemakai
dan didokumentasikan. Semua input ditentukan dan format input baik untuk layar
dan form-form biasa direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan.
Berdasarkan perancangan output dan input, proses-proses dirancang untuk
mengubah input menjadi output. Transaksi-transaksi dicatat dan dimasukkan
secara online atau batch. Macam-macam model dikembangkan untuk mengubah data
menjadi informasi. Prosedur ditulis untuk membimbing pemakai dan pesonel operasi
agar dapat bekerja dengan sistem yang sedang dikembangkan.
Database dirancang untuk menyimpan dan mengakses data. Kendali-kendali yang
dibutuhkan untuk melindungi sistem baru dari macam-macam ancaman dan error
ditentukan. Pada beberapa proyek sistem, teknologi baru dan berbeda dibutuhkan
untuk merancang kemampuan tambahan macam-macam komputer, peralatan dan jaringan
telekomunikasi.
Pada akhir fase ini, laporan rancangan sistem secara detail dihasilkan. Laporan
ini mungkin berisi beribu-ribu dokumen dengan semua spesifikasi untuk
masing-masing rancangan sistem yang terintegrasi menjadi satu kesatuan. Laporan
ini dapat juga dijadikan sebagai buku pedoman yang lengkap untuk merancang,
membuat kode dan menguji sistem; instalasi peralatan; pelatihan; dan tugas-tugas
implementasi lainnya.
Meskipun sejumlah orang telah me-review dan menyetujui setiap komponen
rancangan sistem, review terhadap rancangan sistem secara detail harus
dilakukan kembali secara menyeluruh dan lengkap oleh pemakai sistem dan
personel manajemen, sedangkan profesional sistem mungkin tidak terlibat dalam
kegiatan ini.
Tujuan dilakukannya review secara menyeluruh ini adalah untuk menemukan error
dan kekurangan rancangan sebelum implementasi dimulai. Jika error dan
kekurangan atau sesuatu yang hilang ditemukan sebelum implementasi sistem,
sumber daya yang bernilai dapat diselamatkan dan kesalahan yang tidak
diinginkan terhindari. Setelah semua review secara menyeluruh selesai
dilaksanakan, perubahan-perubahan dibuat dan pemakai dan manajer sistem
menandatangani laporan perancangan secara detail.
Alat-alat Perancangan
Alat-alat perancangan menolong profesional sistem untuk membentuk struktur
sistem yang akan memenuhi kebutuhan pemakai selama aktivitas analisis.
Alat-alat perancangan sistem yang digunakan adalah :
o Spesifikasi proses untuk menjelaskan bagaimana data
ditransformasikan menjadi informasi, seperti Pseudocode, Structure english, dan
Tabel keputusan.
o Hierachy Plus Input, Process, Output (HIPO) untuk
merepresentasikan hirarki modul-modul program tidak termasuk dokumentasi
interface antar modul.
o Structure chart untuk merepresentasikan hirarki
modul-modul program termasuk dokumentasi interface antar modul.
o Diagram Warnier-Orr (W/O) untuk merepresentasikan
struktur program dari gambaran umum sampai detail.
o Diagram Jackson untuk merepresentasikan struktur
program.
f. Fase Implementasi Sistem dan Pemeliharaan Sistem
Pada fase ini :
• sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi.
• Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi sistem
baru.
• laporan implementasi yang dibuat pada fase ini ada dua bagian, yaitu
o rencana implementasi dalam bentuk Gantt Chart atau Program
and Evaluation Review Technique (PERT) Chart dan
o penjadwalan proyek dan teknik manajemen. Bagian kedua adalah
laporan yang menerangkan tugas penting untuk melaksanakan implementasi sistem,
seperti :
− Pengembangan perangkat lunak
− Persiapan lokasi peletakkan sistem
− Instalasi peralatan yang digunakan
− Pengujian Sistem
− Pelatihan untuk para pemakai sistem
− Persiapan dokumentasi
DAFTAR PUSTAKA
- https://repository.unikom.ac.id/32459/1/Konsep%20Dasar%20Sistem%20Informasi.pdf

Komentar
Posting Komentar